Bimo membukanya pelan. Kitab tua itu bukan hanya berisi teknik bercocok tanam—penyiraman, pengolahan tanah, pemuliaan bibit—tetapi juga memadukan pengetahuan lokal: penanda alam untuk musim hujan, cara membuat pupuk organik dari limbah laut, hingga doa-doa sederhana untuk menghormati tanah. Setiap bab diselingi ilustrasi tangan: padi, bambu pengairan, kambing, dan pola bulan.